Allah Di Dalam Proses, Proses Di Dalam Allah - Alfred North Whitehead
Allah di dalam proses, proses di dalam Allah (Alfred North Whitehead) - Alfred North Whitehead lahir pada 15 Februari 1861 di Ramsgate, Kent, Inggris, dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga guru dan pendeta. Karir intelektualnya dapat digolongkan berdasarkan karya-karya ilmiah yang ia terbitkan dalam tiga perioe. Pertama, ia memulai karirnya (1891-1913) di Cambridge seagai seorang matematikawan dan sebagi ahli logika. Karya utamanya pada masa ini ialah "Principa Mathematica" (1910-1913) yang dikerjakannya bersama Bertrand Russel yang pada masa itu adalah muridnya. Tahap kedua (1914-1923), Whitehead memusatkan perhatiannya pada pengembangan suatu filsafat ilmu alam yang tamakpada ketiga karyanya: "An Enquiry Concerning The Principles of Natural Knowledge" (1919), "The Concept of Nature" (1920), dan "The Principle of Relativity" (1922). Tahap ketiga, ia memberikan pendasaran metafisis atas ilmu alam yang ia kembangkan dan akhirnya ia menuangkan kerangka filsafatnya dalam buku "Process and Reality" (1929). Buku ini merupakan buku utama dalam memahami kerangka filsafat Alfred North Whitehead.
Pemahaman Whitehead mengenai Allah berkaitan erat dengan garis argumentasi filosofis pemikirannya yang dikenal dengan nama "filsafat proses". Oleh karena itu sebelum membahas paham Allah menurut Whitehead, kita perlu memahami pokok-pokok dari filsafat proses tersebut.
1. Filsafat Proses
Dalam bukunya, Process and Reality (An Essay in Cosmology), Whitehead mengembangkan suatu sistem kategori metafisik untuk menginterpretasi fenomena tunggal mandiri dari realitas dalam ke-ter-saling-kaitan-nya dengan totalitas itu sendiri. Bagi Whitehead, kategori sentral disebut sebagai "proses". Kenyataan dasar yang membentuk segala sesuatu ang ada di jagad raya ini disebut sebagai "entitas aktual" atau "satuan aktual". Penjelasan mengenai realitas selalu didasarkan pada satuan aktual ini yang saling berinteraksi, berhubungan bahkan saling mempengaruhi satu sama lain. Dari ketersalingan inilah muncul berbagai kebaruan (novelties) dan hubungan-hubungan satu sama lain.
Ada beberapa prinsip universal yang dikemukakan oleh Whitehead tetapi dalam tulisan ini akan dijelaskan dua prinsip terkenal dari Whitehead yaitu prinsip proses dan prinsip kreativitas.
Ada beberapa prinsip universal yang dikemukakan oleh Whitehead tetapi dalam tulisan ini akan dijelaskan dua prinsip terkenal dari Whitehead yaitu prinsip proses dan prinsip kreativitas.
Prinsip Proses
Prinsip proses dibedakan menjadi dua, yaitu:
- Prinsip bagi proses yang bersifat mikrokopis, yang disebut juga sebagai prinsip konkresi. Prinsip ini merupakan asas yang memungkinkan lahirnya wujud aktual baru dari banyak wujud aktual lama yang sudah mencapai kepenuhan diri.
- Prinsip bagi proses yang bersifat mikrokospis atau disebut juga prinsip "objektifikasi". Prinsip ini memungkinkan suatu wujud aktual lama yang sudah mencapi kepenuhan menjadi datum lagi bagi satuan aktual yang baru.
Prinsip Kreativitas
Prinsip kreativitas adalah prinsip yang mendasari proses konkresi. Prinsip ini bisa dikatakan sebagai prinsip kebaruan (novelty), sebab darinya dilahirkan satuan aktual lagi, lagi dan lagi. Prinsip ini merupakan daya dinamis di alam semesta yang memungkinkan terjadinya proses perubahan terus-menerus. Satuan aktual ada dan berproses karena digerakkan oleh prinsip kreativitas.
2. Paham Allah Dalam Filsafat Proses
Tuhan, dalam perspektif Whitehead, juga dipahami sebagai suatu entitas aktual di antara entitas aktual lainnya yang ada dalam proses. Tuhan bukan satu-satunya pelaku tindakan kreatif alam semesta melainkan partisipan. Sebagai wujud aktual, Tuhan menurut Whitehead memiliki dua aspek sekaligus:
Aspek awali Allah (the primordial nature of God)
Dalam aspek awali termuat dua peran Allah yakni:
- Sebagai dasar awali untuk adanya tatanan dalam seluruh jagad raya, dan
- Sebagai dasar untuk munculnya kebaruan dalam perwujudan suatu peristiwa atau satuan aktual.
Kedua peran ini menyatu dalam fungsi Allah sebagai prinsip konkresi. Sebagai prinsip konkresi, Tuhan merupakan perwujudan perdana dan bersifat nontemporal. Prinsip dasar inilah yang memungkinkan terjadinya proses tanpa henti dalam alam raya.
Dengan pengertian itu pula Whitehead menegaskan bahwa Allah memberi wujud konseptual terhadap objek-objek abadi dan memberikan struktur dan kerangka umum bagi perwujudan diri setiap wujud aktual menuju kepenuhan diri. Allah juga memberikan kebebasan kepada masing-masing entitas aktual untuk memberi isi konkret pada struktur dan kerangka umum rancangannya. Meski demikian, proses menuju kepenuhan diri setiap wujud aktual tidak serta-merta menjadi penentu nasib alam semesta.
Aspek akhiri Allah
Dalam aspek akhiri ini termuat peran Allah yang ketiga yaitu sebagai penyerta yang tanggap dan menyelamatkan. Dalam aspek ini, Allah merangkum segala macam hasil proses perwujudan berbagai satuan aktual dalam dunia, namun sekaligus ia dipengaruhi oleh berbagai peristiwa yang terjadi. Menurut Whitehead, meskipun seandainya setiap satuan aktual dalam kebebasannya menentukan dirinya melawan struktur atau kerangka umum rancangan Allah, Ia pada akhirnya akan mampu menyelamatkan apa yang dapat diselamatkan dari kehancuran total.
Dengan demikian, pada aspek akhiri ini terdapat hubungan saling mempengaruhi antara Allah dan dunia. Tetapi meskipun ada hubungan saling mempengaruhi dan dengan demikian melibatkan Allah dalam proses, dalam aspek akhiri ini Allah tidak sepenuhya tenggelam dalam ruang dan waktu. Dunia memang memberikan pengaruh terhadap Allah, tetapi rencana umum dan kehendakNya tetap dan tidak berubah
3. Kesimpulan
Ada beberapa catatan penting yang perlu dikemukakan sehubungan dengan paham Allah dalam perspektif filsafat proses:
- Filsafat proses menawarkan paham yang lebih kompleks dan komprehensif tentang Allah. Melalui filsafat proses, Whitehead mengikutsertakan semua unsur yang ada di jagad raya, khususnya lingkungan hidup dan sesama manusia sebagai 'a society of natural entities'. Melalui penjelasan ini Whitehead menjawab hubungan antara transendensi dan imanensi Allah.
- Whitehead juga memberikan kontribusi dengan menunjukkan pentingnya lingkungan hidup manusia dalam proses perkembangan mencapai kepenuhan diri. Barangsiapa menghancurkan lingkungan hidupnya, ia menghancurkan kepenuhan dirinya sendiri.
- Tentang masalah kejahatan, Whitehead menegaskan bahwa kejahatan tidak berasal dari Tuhan melainkan manusia, melalui kebebasannya, melawan rancangan Tuhan yang menghendaki kepenuhan diri semua entitas. Memang Allah 'terkena' akibat tindakan jahat manusia, tetapi melalui aspek asalinya Allah tetap mampu menyelamatkan dunia dari segala kejahatan.

Komentar
Posting Komentar